laman

PILIH BAHASA



English French German Japanese Korean Arabic Chinese Simplified Italian
Tampilkan postingan dengan label motifasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motifasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 22, 2012

saya belajar

Saya Belajar > Apa yang saya anggap terbaik, bukan tentu yang terbaik
darinya. Dan sebaliknya, yang terbaik darinya belum tentu
kita senangi. Manusia hanya dapat terus berdoa dan
berusaha untuk mndapat yang terbaik darinya.
Saya Belajar > Seberat apapun cobaan yang diberikan olehnya, pada
akhirnya akan membuat kita menjadi manusia yang lebih
bertanggung jawab dan berguna. Syukurilah seluruh
anugerahnya dengan hati ikhlas dan tulus. Everything
happens, happens 4 a reasons.

Rabu, Juni 29, 2011

Keajaiban Doa Menyelamatkan Dari Bencana

Keajaiban doa menyelamatkannya dari maut itu benar-benar nyata, Allah memberikan pertolongan justru disaat dirinya tengah berputus asa berada diujung lorong maut. Seorang bapak bertutur bahwa dirinya mengidap radang kantung empedu. bahkan dokter menyebutkan Sakitnya sulit untuk disembuhkan. Awalnya ia merasakan rasa dingin dikakinya naik ke paha, perut hingga ke ubun-ubun. Rasa dingin itu berjalan begitu perlahan. Terbayang sudah nyawa berada diujung kematian, tuturnya dengan berlinang air mata. Semua perbuatan dimasa lalu yang kotor dan penuh dosa terlihat semua. Sejak kecil dirinya dididik dengan ketaatan beragama. Selesai sekolah SMA ia pergi ke Ibukota, perjalanan hidupnya berlalu begitu sangat cepat. Awalnya usaha kecil-kecilan yang dirintis dengan berdagang pakaian semakin maju.

Kesuksesan di dalam usahanya telah merubah kehidupannya yang semakin membuat jauh dari agama. Kehidupan malam dan minuman keras telah membuatnya terlena. Ia tersadar justru kondisi sakitnya parah. Terbaring di Rumah Sakit. Rasa nyeri begitu yang teramat luar biasa dirasakannya membawa dirinya dilorong batas antara kehidupan dan kematian. Ia melihat bayangannya sendiri. Dirinya melihat kehidupan masa lalu seperti melihat film yang aktornya adalah dirinya sendiri. Semua terlihat begitu jelas dan nyata. Bagaimana dirinya pernah menyia-nyiakan anak dan istrinya karena menuruti kesenangan. Sampai dirinya menangis tersedu-sedu menyesali semua kebodohan yang pernah dilakukannya. Memohon ampun kepada Allah atas perbuatannya dan meminta maaf kepada anak-anak, istrinya. Pada saat itulah ia meminta istrinya dan istrinya segera bergegas untuk shodaqoh ke Rumah Amalia agar Allah berkenan memberi kesembuhan suaminya. Pada saat itulah ketika sakit mendera, keputusasaan, kehilangan harapan membuat hidup menjadi tersiksa. Keresahan menyelimuti hatinya. Setelah diperiksa kemungkinan besar harus dioperasi, tetapi menunggu hasil ronsen. Karuan saja hal itu membuatnya menjadi panik. bagaimana mungkin tidak operasi, tubuhnya masih terasa sakit. Ia hanya bisa pasrah, hanya kepada Allah memohon pertolongan.

Di Rumah Sakit, lampu sudah menyala, operasi seolah sudah pasti dilakukan. Ia tiada henti beristighfar, memohon ampun kepada Allah. Tak lama kemudian ada seorang dokter masuk, membawa hasil ronsen. Mencopot sarung tangan dan Dokter itu mengatakan padanya. 'Bapak, menurut hasil pemeriksaan. Bapak tidak perlu dioperasi.' 'Subhanallah' Ia hampir tidak percaya. Sungguh menakjubkan. Ia menangis tersedu-sedu bahagia. Alangkah indahnya hidup ini menerima anugerah disaat harapan itu mulai sirna. matanya nampak berkaca-kaca penuh keharuan. 'Saya yakin doa anak-anak Amalia didengarkan oleh Allah, terima kasih Ya Allah atas karuniaMu.' Tak henti ucapkan hamdalah. Keharuan dan kebahagiaan terpancar dari wajahnya. 

Selasa, Januari 11, 2011

Seberapa Banyak Diantara Kalian yang Seperti Ini...???

Sore hari yang suram, Sekawanan burung menghabiskan waktu untuk bermain dan mencari makan di jalan utama. Tanpa terduga sebuah truk besar melaju dengan cepatnya. Maka terjadilah kisah yang menyedihkan, seekor burung terbaring tak berdaya...

Burung ternyata juga punya perasaan. Walaupun burung malang itu telah tiada, datanglah seekor burung terbang mendekat. Seperti keluarga, burung itu tampak tidak dapat mempercayai sebuah kenyataan yang terjadi pada burung malang itu.

Tak lama setelah itu, datanglah sebuah mobil dengan cepatnya melintas disamping burung malang itu sehingga tubuh burung malang itu terhempas oleh angin. Karena melihat burung malang itu seolah olah hidup, maka burung tadi cepat cepat terbang menghampirinya lagi.

Dia disampingnya dan seolah olah berteriak "Mengapa kamu tidak bangun bangun...!?"

Sayang, burung malang itu sudah tak dapat lagi mendengarnya. Sementara itu, dia mencoba mengangkat tubuh burung malang itu.

Tentu saja dia tidak kuat menanggung beban. Begitu ada mobil lewat dia cepat cepat pergi, setelah mobil itu berlalu cepat cepat pula ia menghampiri lagi.

Meskipun burung burung lain tidak menghiraukannya, dia tetap tidak pernah menyerah. Dia berusaha sebaik baiknya dan sekuat tenaga mengangkatnya ke atas demi melihatnya terbang kembali. Tapi mobil datang lagi dengan cepatnya dan membuat mayat burung itu berputar putar seolah olah hidup dan hendak terbang ke angkasa.

Dia telah menggunakan seluruh energinya, tetapi.... Sang fotografer mengatakan ia tidak dapat mengambil foto burung itu lagi karena ia kuwatir terhadap burung yang hidup itu akan terluka oleh mobil mobil yang melintas. Jadi ia mengambil mayat burung itu dan menaruhnya di pinggir jalan.

Burung yang hidup tadi hinggap di pohon terdekat dan berlama lama seakan menangis dengan bernyanyi dan menolak untuk pergi meninggalkan burung malang tadi. Tanyaku, "Apakah manusia memiliki perasaan yang sama saat ini...???"

Sumber : Wahyudi Blog / bethei.blogspot.com